SEDEKAH BUMI

KLAYUSIWALAN; Selasa 13 Agustus 2019 merupakan waktu yang telah disepakati bersama dalam rapat sedekah bumi, Dalam pelaksanaanya pemerintah desa setempat mewajibkan setiap keluarga membayar iuran yang telah ditentukan oleh pemdes melalui musyawarah desa, kemudian iuran tersebut diserahkan pada pihak yang berwenang/ Panitia Sedekah Bumi, dalam acara tersebut untuk digunakan pembiayaan selama proses sedekah bumi berlangsung, yang menarik dari dulu hingga sekarang tidak ada perubahanya adalah ketika hari H pelaksanaan sedekah bumi, setiap warga desa membuat (ambengan) untuk acara selametan(kondangan) yang bisasanya dilakukan di punden atau rumah salah satu warga. Pada tahun 2019 dalam musdes ditetapkan beberapa kegiatan/ hiburan, diantaranya Orkes campur sari, Ketoprak, Pentas Seni, turnamen Badminton, Pengajian, dan Tahtimul Qur’an.

Sedekah bumi merupakan simbol dari rasa syukur dari hasil bumi yang melimpah, pelaksanaannya tiap tahun atau merupakan tradisi tahunan. Bagi masyarakat jawa khususnya para kaum petani dan para nelayan tradisi ritual turun temurun yang di adakan setahun sekali atau tahunan semacam sedekah bumi  bukan hanya merupakan sebagai rutinitas atau ritual yang sifatnya tahunan. Akan tetapi, tradisi sedekah bumi mempunyai makna yang lebih dari itu, upacara tradisional sedekah bumi itu sudah menjadi salah satu bagian yang sudah menyatu dengan masyarakat yang tidak akan mampu untuk dipisahkan dari budaya jawa yang menyiratkan simbol penjagaan terhadap kelestarian yang khas bagi masyarakat agraris maupun masyarakat nelayan khususnya yang ada di pulau Jawa.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan