Rembug Stunting 2021 – Upaya Penanggulangan Stunting di Desa Klayusiwalan

Rembug Stunting, 14 Oktober 2021

Klayusiwalan-batangan.desa.id; Kasus stunting masih menjadi salah satu masalah gizi yang perlu diatasi di Indonesia. Dilansir dari bkkbn.go.id, hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting berada pada 27,67% pada tahun 2019. Meskipun mengalami penurunan, namun angka tersebut masih dinilai tinggi karena WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20%. Bahkan Pemerintah Indonesia menargetkan angka stunting turun menjadi 14% di tahun 2024.

Salah satu upaya untuk mencapai target tersebut ialah semakin memberdayakan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) di setiap daerah karena dapat memantau tumbuh kembang bayi dan balita secara langsung dan rutin. Berdasarkan hal tersebut untuk mengoptimalkan Posyandu terlebih masalah stunting, diadakan “rembug stunting” di Desa Klayusiwalan pada tanggal 14 Oktober 2021 lalu.

peserta rembug stunting tiba di Balai Desa Klayusiwalan

Rembug stunting yang bertempat di Balai Desa Klayusiwalan pada Kamis lalu, mengundang tiga narasumber yaitu Pak Agus Prijadi, Bu Sri Utami, dan Bu Sri Lestari dengan penyampaian aspek yang berbeda. Acara yang juga dihadiri oleh Pak Siswanto selaku Kepala Desa Klayusiwalan berlangsung lancar dengan menggandeng Bu Siti Mas’amah sebagai pembawa acara, pemimpin jalannya diskusi serta menjadi tokoh utama penanggulangan stunting lantaran beliau ialah Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Desa Klayusiwalan. Peserta lain dalam rembug stunting yaitu Bu Iswati selaku Bidan Desa, Kader Posyandu, serta Guru PAUD.

Bu Sri Utami selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Batangan berharap penanganan dan pencegahan stunting diajalankan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di Desa Klayusiwalan. “Kegiatan-kegiatan yang diusulkan dari hasil rembug stunting akan dimasukkan dalam RKPDes, menjadi salah satu prioritas didalamnya dan disesuaikan dengan anggaran yang ada di desa ini” tambahnya.

Acara dilanjutkan oleh Bu Sri Lestari selaku ahli gizi dari Puskesmas Batangan, beliau melalui layar proyektor memaparkan seluk beluk mengenai stunting. Mulai dari pengertian, penyebab, dampak, serta penanggulangan stunting yang tentunya sedikit banyak sudah diketahui oleh para Kader Posyandu dan para peserta rembug lainnya.

Pak Agus Prijadi selaku Pendamping Desa menekankan kepada peserta rembug khususnya Bu Siti Mas’amah sebagai KPM untuk memastikan setiap anak datang ke Posyandu setiap bulannya agar terpantau kondisi dan tumbuh kembang serta kecukupan gizi yang diperoleh. Dengan demikian diharapkan kasus stunting perlahan menurun.

kegiatan rembug stunting berjalan dengan baik

Berdasarkan data yang telah diperoleh dari survey yang telah dilakukan oleh KPM dan Kader Posyandu di Desa Klayusiwalan , masih ditemukan kasus stunting diantaranya tiga batita dan tiga balita. Bu Siti Mas’amah mengajak peserta rembug untuk menyampaikan pendapat dan gagasan masing-masing untuk menangani kasus tersebut terlebih menekan agar kasus stunting di Desa Klayusiwalan tidak semakin bertambah.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan